Pengikut

MENANAM BAMBU HARAPAN MASA DEPAN

Kelestarian mata air dan konservasi lahan

Pertanian dan Pariwisata

Agrowisata adalah alternatif upaya peningkatan kesejahteraan Petani Borobudur

Dampak Pelaksanaan Sekolah Lapang SRI

Tercapainya swasemabada pangan merupakan tujuan kita semua. Dengan SL SRI ternyata peoduksi padi meningkat

Penyuluh in Action

Inilah aksi nyata penyuluh dalam bentuk foto tanpa arahan ternyata penyuluh kita fotogenik juga

Rapat Koordinasi 2014

Rapat Bersama Koordinator PP Kec. Borobudur Dwi Kustanto, S.PKP

Rabu, 23 Oktober 2013

Programa Penyuluhan Tingkat Kecamatan Borobudur

Pada hari Kamis dan Sabtu 17 dan 19 Oktober 2013 di aula BPPK kec. Borobudur diadakan Penyusunan Programa Penyuluhan kec. Borobudur dengan peserta sejumlah 20 orang terdiri dari personel BPPK 15 orang, Kusmiyati S.Pt dari BPPKP Kabupaten Magelang dan 4 orang pelaku usaha tani kecamatan Borobudur.


Pada kesempatan ini hadir pula Camat Borobudur, dalam sambutannya Camat Borobudur mendukung usaha peningkatan taraf hidup petani dengan penyuluhan, beliau juga menyoroti besarnya potensi wisata yang dapat dikembangkan dengan melibatkan petani dan komponen pertanian. Banyak kegiatan pertanian bisa diajadikan obyek wisata sehingga secara langsung bisa meningkatkan kesejahteraan petani.
Evaluasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan, penggalian masalah beserta pemecahan dilaksanakan pada hari pertama sedangak hari kedua adalah penentuan skala prioritas dan pengesahan matrix Programa.
Programa adalah acuan bagi penyuluh untuk menyusun Rencana Kegiatan Tahunan sebagai wadah untuk menampung permasalahan pertanian,untuk tingkat desa disusun oleh Gabungan kelompok Tani (Gapoktan).
Penyusunan Programa bertujuan memberikan bahan atau arahan guna terlaksananya penyuluhan yang berkesinambungan dan dapat mengatasi masalah yang dihadapi petani sesuai dengan potensi serta kemampuan yang dimiliki serta dengan harapan mampu menimgkatkan kemandirian petani dalam mengatasi masalahnya sendiri.

Sabtu, 28 September 2013

Sarana dan Prasarana BPPK Borobudur


Di bawah ini adalah daftar Sarana dan Prasarana yang ada di BPPK Borobudur



Penyuluh Borobudur in action

Julia Permana Dewi bersama KWT

Muh Sodiq bersama FMA Desa Giritengah

Lilis Lestyorini bersama Sri Suharti

Zaenal Qori bersama Poktan Giri Makaryo

Sri Suharti bersama FMA Desa Wringinputih

Sri Suharti mengadakan pengamatan ternak

Sumardi di Kelompok Sido Rukun

Dwi Kustanto bersama Hepi Aprianto di areal pembibitan

Nur Rochmadi sedang Demontrasi cara membuat jamu ternak

Rabu, 25 September 2013

Pertanian dan Pariwisata

Candi Borobudur Magnet Wisata
Borobudur adalah sebuah magnet yang sangat kuat untuk kunjungan wisata. Jumlah wisatawan dari tahun ketahun tak pernah berkurang kecuali tahun 2010 saat erupsi merap. Borobudur merupakan aset nasional kebanggaan kita semua. Ia menjadi penggerak roda ekonomi bagi pelaku bisnis jasa maupun cinderamata baik bagi penduduk asli Borobudur maupun para pendatang. Keberadaan Borobudur menjadi pemutar roda ekonomi telah dirasakan oleh banyak orang, namun apakah hal ini juga dirasakan oleh petani kita? ternyata tidak. Petani hanya menjadi penonton atau mungkin menjadi korban semata.
Fihak Taman dalam mengupayakan adanya dampak positif keberadaan candi Borobudur telah mendorong tumbuhnya desa desa wisata di kawasan kecamatan Borobudur.
Pesta Budaya Desa Wanurejo Borobudur
Kondidi saat ini menunjukkan bahwa cakupan dunia pariwisata telah berkembang, selain wisata alam maupun bangunan bersejarah ternyata banyak wisata jenis lain misalnya wisata kuliner, wisata agro, ataupun keramahan pendudduk merupakan hal yang banyak dicari oleh wisatawan baik asing maupun domestik.
seorang wisatawan asing dengan bangga mengupload video perjalanan di Desa Giritengah Borobudur seperti di bawah ini

Dari sini kita berfikir bagaimana caranya menghubungkan dua fihak yaitu dunia pertanian dan pariwisata, dunia pariwista digambarkan sebagai fihak yang memiliki kelebihan fiskal sedangakan dunia pertanian secara umum memiliki kekurangan atau lebih mudah adalah minus secara fiskal. hubungan yang saling menguntungkan ini yang kita harapkan, dalam hal ini penyuluh tak akan bisa bekerja sendirian, diperlukan kebijakan dan juga fasilitas dari fihak yang berwenang, akan tetapi yang paling mendasar adalah kesadaran petani yang memahami potensi wisara yang bisa dikembangkan serta bersedia untuk menata diri dan lingkungan hingga  layak dikunjungi sebagai obyek wisata.
Ini adalah impian yang boleh jadi akan segera terwujud mengingat besarnya potensi wisata yang kita miliki, semua tergantung keseriusan kita.

Senin, 16 September 2013

Pembuatan MOL (Mikroorganisme Lokal)

MOL(Mikroorganisme Lokal) adalah sebuah fermentor dengan bahan dasar lokal, merupakan bagian dari Teknologi NOSC. Bahan yang dipakai mudah diperoleh, disamping itu komposisi bahan dibuat multi fungsi . Mol ini bisa digunakan untuk membuat pupuk organik ataupun bisa digunakan sebagai kocoran untuk tanaman. Cara pembuatannya cukup mudah :

BAHAN :
Ø  Sabut Kelapa
Ø  Molase
Ø  Bonggol Pisang
Ø  Buah Maja
Ø  Daun Kleresede
Ø  Tepung Beras/Air leri
Ø  Air sumur
Alat :
Ø  Ember 40 ltr
Ø  Sabit/Pencacah
Ø  Pengaduk
Ø  Kertas HVO
Ø  Tali
Cara Pembuatan :
1.      Bonggol  Pisang dicuci, dibersihkan dari tanah yang menempel, dicincang untuk mengeluarkan airnya.
2.      Siapkan ember , tuangkan air 10-15 ltr. Masukkan molase sampai jika dicicipi terasa manis.
3.      Masukkan tepung beras 1-2 0ns atau air leri  ke dalam larutan  aduk  sampai merata.
4.      Bonggol pisang yang telah dihancurkan dimasukkan ke lautan molase. Daun klereside beserta  isi buah maja dimasukkan dalam larutan.
5.      Ember ditutup dengan kertas koran dan di ikat tali, biarkan selama 3 hari. Lindungi dari hujan dan sinar matahari langsung.
6.      Pada hari ke 3 dilakukan pengamatan , jika tercium bau tape menandakan bahwa fermentasi berjalan dengan baik, jika bau tape tidak tercium atau tercium bau badek maka tambahkanlah molase sebagai nutrisi untuk mikroorganisme.
7.       MOL akan jadi setelah hari ke 15 siap digunakan.

Sabtu, 14 September 2013

Pupuk Organik Buatan Sendiri

Pupuk adalah kebutuhan pokok petani. Pupuk merupakan salah satu aspek penentu keberhasilan sebuah produksi tanaman, tanaman membutuhkan berbagai macam unsur baik dalam jumlah besar (unsur Makro) juga beberapa unsur dalam jumlah kecil (unsur mikro). Tanah yang subur tentu menyediakan berbagai unsur sebagai nutrisi dalam jumlah cukup, akan tetapi tanah yang tidak subur tidaklah demikian maka diperlukan  tambahan jumlah unsur dengan pemberian pupuk.
Pupuk yang tersedia dipasaran saat ada dua macam yaitu pupuk organik dan pupuk sintetis buatan pabrik. Petani kita telah puluhan tahun menggunakan pupuk sintetsis dengan dosis yang tidak berimbang, hal demikian berakibat negatif bagi tanah kita, tanah menjadi keras sehingga sulit diolah dan tanaman menjadi rentan terhadap penyakit kerena kelebihan unsur tertentu.


Masalah inilah yang mendorong kelompok Giri makaryo untuk bisa membuat pupuk organik sendiri, Kelompok Girimakaryo berada di Desa Giritengah Kecamatan Borobudur. Kelompok ini menyadari bahwa dibanding pupuk sinetis, pupuk Organik memiliki berbagai macam manfaat. Manfaat tersebut antara lain :
1.       Menyediakan unsur yang diperlukan tanaman baik mikro maupun mikro .
2.       Menperbaiki sruktur tanah hingga memmpermudah akar untuk mencari sumber nutrisi.
3.       Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi cacing maupun binatang lain yang berperan dalam kesuburan tanah.

Bahan untuk pembuatan pupuk ini tersedia melimpah  karena kelompok telah memiliki kandang komunal untuk kambing hingga feces kambing ataupun sisa dedunan pakan kambing selalu ada. Sebagai fermentor kelompok ini menggunakan MOL , sebuah fermentor buatan sendiri. Terbukti dengan fermentor buatan sendiri ini cukup efektif untuk menghancurkan atau mengurai bahan pupuk.
Pada tanggal 14 September 2013 anggota kelompok mengadakan acara yaitu membuat kompos dengan fermentor MOL. Usaha ini telah berjalan lancar, pupuk yang telah diproduksi laku terjual bahkan saat ini Pupuk sebanyak 30 zak telah dipesan oleh BPPK Borobudur guna kegiatan pemanfaatan pekarangan lingkungan kantor BPPK Borobudur.
Kelompok ini punya harapan besar agar usaha ini terus berlanjut sedikit atau banyak hasil keuntungan yang diperoleh semoga menjadi satu awal keberhasilan dimasa datang.

Peningkatan Produksi Padi dengan SL SRI



Peningkatan Produksi Beras Nasional merupakan salah satu sasaran penyuluhan, di pundak penyuluh pertanian tujuan diharapkan akan tercapai. Akan tetapi penyuluh pertanian tak akan bisa mewujudkan hal ini secara sendirian, penyuluh harus mampu memberikan motivasi kepada petani guna merubah teknologi yang diterapkan menjadi teknologi yang dianjurkan.
Methode penyuluhan yang digunakan adalah sekolah lapang, dengan methode ini petani akan menjadi saksi bahkan pelaku teknologi yang disebut PTT(Pengelolaan Tanaman Terpadu). Petani akan diberikan teknologi budidaya baik komponen Utama maupun Komponen Penunjang. Kegiatan ini disebut SLPTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu).
Pada tahun 2013 selain  SLPTT di kecamatan Borobudur juga dilaksanakan Program P2BN dengan SRI (System Of Rice Intensification). Salah satu pelaksana program ini adalah Kelompok Tani Sido Maju Susukan Desa Tegalarum. Pengubinan yang dilaksanakan tanggal 19 Agustus 2013 memperlihatkan hasil yang memuaskan, dari tiga tempat yang diubin berat gabah yang dihasilkan adalah 6,5 kg, 6 kg, 8 kg rata rata adalah 6,8 Kg. Dari berat gabah tadi jumlah produksi yang dihasilkan adalah 10.9 Ton /Ha. Produktivitas seperti ini tentu telah melebihi target kg ubinan kabupaten .
Hasil ubinan ini menunjukkan bahwa SRI (System Of Rice Intensification) terbukti berhasil meningkatkan produksi padi, juga menunjukkan hasil kerja keras penyuluh dalam menjalankan tugasnya. 

Selasa, 10 September 2013

Pengembangan Desa Mandiri Pangan



Pangan adalah salah satu aspek vital dalam tingkat stabilitas satu negara. Negara akan berada pada suatu kondisi stabil adalah pada saat ketersedian pangan tercukupi baik secara kualitas maupun kuantitas. Kekurangan bahan pangan merupakan sumber kerawanan sosial meningkatkan angka kriminalitas dan menciptakan suasana yang tidak kondusif bagi berjalannya tata pemerintahan dan perputaran roda politik.
Desa Mandiri Pangan dalah salah satu progam Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian Republik Indonesia dengan tujuan menciptakan satu kawasan desa mampu secara mandiri memenuhi kebutuhan bahan pangan. Program ini diprioritaskan pada desa-desa rawan pangan dalam arti potensi yang dimiliki tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri.
Program Desa Mandiri Pangan (DMP) di Kecamatan Borobudur dilaksanakan oleh 3 (tiga) desa yaitu Desa Candirejo, Desa Kenalan dan Desa Giripurno. Ketiga kawasan desa tersebut adalah daerah pegunungan dengan keterbatasan persediaan air dan kesuburan tanah rendah sehingga termasuk desa rawan pangan, adanya program ini sedikit banyak telah mampu membantu mengatasi kekurangan sumber pangan terlebih pada musim kemarau.

Pada tahun 2013 sebagai pengembangan dari Program DMP BPPKP Kabupaten Magelang memberikan Bantuan Sosial kepada 3 Kelompok Tani di Kecamatan borobudur yaitu :
1.       Kelompok Giri Makaryo Dusun ngaglik Desa Giritengah
2.       Kelompok Adil Makmur Dusun Bleder Desa Ngadiharjo.
3.       Kelompok Dusun Desa Karanganyar.
Bantuan diberikan dalam bentuk Kambing guna dikembangkan oleh kelompok tani.
Selain bantuan kambing 3 kelompok ini mendapat bimbingan dan arahan dalam bentuk Pelatihan Budidaya Kambing. Pada hari ini selasa tanggal 10 September 2013 kegiatan pelatihan dilaksanakan di kelompok Giri Makaryo Dusun Ngaglik Desa Giritengah. Lokasi yang digunakan adalah Rumah Bapak Pinarwo merupakan Sekretariat Kelompok ini. Anggota maupun pengurus menyambut gembira atas pelatihan ini. 
 
Dalam kesempatan ini Kabag Ketahanan Pangan BPPKP menegaskan akan pentingnya ketahanan pangan, dan memberikan pemahaman pengelolaan bantuan sebagai amanah yang harus dijaga dan dikembangkan. Bantuan berupa kambing didasarkan sebuah kenyataan bahawa budidaya kambing memng sesuai dilaksanakan oleh petani. Petani secara turun temurun telah membudidayakan jenis ternak ini kerena pemeliharaannya mudah dan mudah pula pemasarannya. 
Materi Budidaya kambing disampaikan oleh Ir. Hetty Nurwiyati Kasie Pengembangan Ternak Ruminansia Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang. Peserta merasakan puas oleh penyampaian yang diberikan karena jelas dan mudah difahami.
Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal dan menambah wawasan dalam budidaya kambing. serta merupakan media silaturahmi media penyampaian informasi ataupun keluhan dari petani kepada pejabat penentu kebijakan, diharapkan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan kelompok tani di masa datang.    

Senin, 09 September 2013

Pembuatan Jamu Ternak


I. PENGERTIAN
Jamu ternak adalah jamu yang dibuat dari ramuan empon empon dengan proses fermentasi, berguna untuk kesehatan dan pertumbuhan ternak.
II. CARA PEMBUATAN
A.   Bahan-bahan :
1.     Bawang putih       1/2 ons.
2.     Kencur                 1/2 ons
3.     Jahe                      1/2 ons
4.     Kunyit                  1/2 ons
5.     Laos                     1/2 ons
6.     Sirih                      1/2  ons
7.     EM4                     100 cc
8.     Mulase                 200 cc
9.     Air sumur/tanah   3,7  L


B.   Proses :
1.     Bahan bahan diatas diblender dengan diberi air secukupnya.
2.     Diperas dan disaring. Air saringan ditambah EM4, mulase dan air sehingga adonan tsb menjadi 4 liter.
Kemudian masukkan kedalam jrigen plastik dan ditutup rapat
selama 2 – 4 hari, langsung dapat digunakan jangan lupa kocok dahulu. Jamu tersebut tahan disimpan sampai 2 bulan.
 III. PENGGUNAAN
Untuk minum ternak segala umur :
Dosis 5 sendok makan + mulase 5 sendok makan + air 10 liter.
 IV. KHASIAT
1.     Memberi daya tahan terhadap penyakit, ternak tambah kuat.
2.     Mengobati unggas yang sakit :
Berak hijau, kolera, mencret, kurang nafsu makan dll.
3.     Menghilangkan bahu kotoran.
4.     Membentuk mutu telur/daging lebih baik.
5.     Kembung pada kelinci, kambing dll.


·        DENGAN MENDENGAR SAYA MENJADI INGAT.
·        DENGAN MEMBACA SAYA MENJADI TAHU.
·        DENGAN MENCOBA SAYA MENJADI BISA. 


Pembuatan Urea Molase Blok

 
I. PENGERTIAN UMB
 UMB adalah makanan tambahan untuk ternak Sapi; Kerbau; Kambing dan Domba, berbentuk padat yg kaya zat-zat makanan, terbuat dari bahan utama berupa molase sebagai sumber energi, urea sebagai sumber nitrogen (protein), bekatul, zat-zat makanan dan mineral serta bahan lain sebagai pengeras.
 II. MANFAAT UMB
1. Meningkatkan populasi mikroorganisme dalam rumen.
2. Meningkatkan sintesa protein oleh mikroba didalam rumen.
3. Meningkatkan daya cerna pakan.
4. Meningkatkan nafsu makan ternak.
5. Meningkatkan produktifitas ternak.
 III. CARA PEMBUATAN
A. KOMPOSISI BAHAN
 Molase 30 %
Urea 8 %
Garam dapur 3 %
Dedak 50 %
Mineral sapi 1 %
Kapur 8 % dari total formula.
 B. PROSES PEMBUATAN
1. Campurkan Bahan, kecuali molase.
2. Setelah tercampur, baru tambahkan molase lalu dicampur.
3. Setelah itu adonan dicetak dan dipadatkan menggunakan alat cetakan.
 IV. CARA PEMBERIAN
 1. UMB dikonsumsi ternak dengan cara menjilat. UMB posisi menggantung dikandang atau diletakkan dalam tabung bambu yang diberi lubang untuk menjilat. Diberikan pada pagi hari.
2. Untuk sapi dan kerbau : 350 gram UMB per ekor/ hari.
3. Untuk kambing dan domba : 120 gram UMB per ekor/hari.

Sabtu, 07 September 2013

Galeri Foto




Penyusunan Programa tingkat Kecamatan 2013

Penyusunan Programa tingkat Kecamatan 2013

Penyusunan Programa tingkat Kecamatan 2013

Penyusunan Programa tingkat Kecamatan 2013
Inseminasi Buatan di Desa Giripurno

Inseminasi Buatan di Desa Giripurno

Inseminasi Buatan di Desa Giripurno




Potensi Wilayah









Struktur Organisasi



Jumat, 06 September 2013

Misi dan Visi BPPK Kec.Borobudur