Pengikut

Sabtu, 01 Maret 2014

MENANAM BAMBU HARAPAN MASA DEPAN



Tanaman bambu merupakan tanaman yang serba guna, dimanfaatkan oleh rakyat untuk bangunan rumah , forniture, kerajinan, bahan bakar, rebungnya untuk sayuran , juga berfungsi  mencegah tanah longsor dan  menahan abrasi sungai serta perakarannya mampu menyimpan air terbukti bahwa sumur di dekat pohon bambu airnya tak pernah mengering. Tanaman bambu memiliki prospek yang cerah di masa depan, ditengah perhatian dunia yang lebih, terhadap perubahan iklim dan perlindungan hutan.
Menurut Dwi Kustanto selaku Koordinator Penyuluh Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang , bahwa menanam bambu satu kali bisa untuk selama 60 tahun, karena tanaman bambu beranak pinak dan umur 4 tahun sudah layak digunakan untuk bangunan rumah dan forniture. Kalau kayu umurnya menunggu sekitar 10 tahun bisa digunakan untuk bangunan dan kayu habis ditebang harus tanam  lagi, kalau bambu cukup menanam sekali tiap tahun bisa menebang. Bambu  merupakan tanaman pengganti kayu dari hutan tropis yang saat ini sudah sangat berkurang akibat dari permintaan yang sangat besar dari industri, oleh karena itu perhatian terhadap produksi bambu mulai meningkat di semua benua baik Asia, Afrika, maupun Amerika.
Ketua DPRD Kab. Magelang , Gabungan Kelompok Tani Manunggal Roso Desa Bigaran, Camat Borobudur, Kepala Distanbunhut, Kepala BPPKP Kab. Magelang , Kepala BLH Kab. Magelang, PERHIPTANI dan IPKINDO Kab. Magelang , pada hari Senin tanggal 3 Maret 2014 telah melaksanalan  penanaman  bibit bambu petung sebanyak 500 pohon di desa Bigaran Kecamatan Borobudur di lahan marginal. Tujuannya adalah untuk menggugah kelompok tani agar sadar menanam bambu petung untuk masa depan ,karena tanaman bambu petung yang ada di desa tinggal sedikit dan itupun tanaman warisan dari pendahulunya.Permintaan komoditas bambu secara global tumbuh  lebih cepat dari tingkat ketersediaannya. Sehingga peluang bisnis perkebunan bambu masih sangat besar dan terbuka.
Bupati Magelang dalam sambutan tertulisnya lewat Kepala DISTANBUNHUT  Ir.Wijayanti,M.Si. mengharapkan bahwa setiap desa di Borobudur dapat menanam pohon bambu petung 1.000 batang perdesa, dimulai dari penanaman perdana bambu petung di Desa Bigaran Kec. Borobudur. Dari waktu ke waktu bambu selalu dapat membuktikan sebagai bahan baku yang dapat diandalkan dalam berbagai aplikasi praktis. Di abad 21 ini bambu akan terus menjadi komoditas industri yang semakin berharga. Di kabupaten Magelang, bambu menjadi unggulan untuk Hasil Hutan Bukan kayu (HHBK), dan dari Kementerian Kehutanan mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang 10% untuk pengembangan bambu. “Kita berharap akan semakin sering menemukan lebih banyak produk berbahan baku bambu di pasaran dan juga furniture dari bambu” ungkapnya.

Ketua DPRD Kab. Magelang Saryan Adiyanto, SE. berpesan kepada Gabungan Kelompok Tani Manunggal Roso penanaman bambu petung harus diikuti dengan pembinaan ketrampilan mengolah bambu menjadi barang yang mempunyai nilai seni tinggi sehingga harganya menjadi meningkat, wisatawan yang berkunjung di Borobudur mencapai 2 juta orang tiap tahun ini perupakan pangsa pasar barang seni dari bambu. “Hal ini bisa terwujud manakala ada integrasi Dinas terkait seperti Distanbunhut, BPPKP, Disperindagkop dan Dinas Pariwisata secara konperhensip” demikian tambah Saryan Adiyanto, SE.

0 komentar:

Posting Komentar